Sentra Peternakan
Rakyat (SPR) Lembu Seto, Desa Napis Kec. Tambakrejo sebagai salah satu entitas
SPR yang ada di Kab. Bojonegoro menginisiasi untuk membuat pakan silase dari
tanaman jagung (tebon/pohon jagung plus buah jagung) yang berumur 70 hari.
Alasan dipilih bahan baku berasal dari tanaman jagung karena desa Napis, Kec.
Tambakrejo merupakan wilayah hutan yang sebagian besar di tanami tanaman jagung
sebanyak 2 kali musim tanam tiap tahun.
Dengan model silase bertujuan
mengawetkan supaya bahan pakan tersebut bisa di simpan dalam jangka waktu yang
lama sehingga pakan tersebut bisa di berikan sapi pada waktu tidak musim pakan
(musim kemarau).
Tujuan lain silase adalah untuk meningkatkan kualitas pakan
seperti protein yang bias meningat sampai 15% (Kushartono dan Iriani 2005)
Lembu Seto Napis Tambakrejo |
Proses pembuatan pakan
silase jagung di awali dengan memanen jagung yang ada di ladang yang sudah berumur
70 hari. Alasan memanen jagung umur 70 hari adalah tebon dan biji yang
dihasilkan masih muda dan segar sehingga mempunyai kandungan gizi yang baik.Setelah di panen dan di bawa ke kandang kemudian jagung di potong – potong
menggunakan coper dengan panjang potongan 5 – 8 cm. lalu jagung yang sudah di
coper di angin – anginkan selama satu hari dengan tujuan mengurangi kadar air.
Langkah selanjutnya setelah jagung layu adalah mencampurkan starter khusus
untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pakan, kemudian di masukkan kedalam
tong dan di padatkan sepadat mungkin sampai tidak ada kandungan udara di
dalamanya, lalu di tutup rapat.
Umur silase dianggap jadi setelam berumur
minimal 21 hari, tanda – tanda umum silase di anggap jadi ketika baunya asam dan
penampakan masih segar, serta tidak berjamur.( Ridwan Manajer Lembu Seto).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar