Desa Dolokgede yang terletak di 36 kilo meter ke barat dari kota Kabupaten Bojonegoro, Desa yang sangat setrategis yakni di tengah tengah di antara 4 Kecamatan di antara sebelah barat Kec. Tambakrejo, Utara Kec. Purwosari, sebelah timur Kec. Ngasem dan sebelah selatan Kec. Ngambon, jadi dolokgede adalah desa Kec. Tambakrejo paling sebelah timur ke utara
![]() |
Lahan HPT Ustan Mandiri Dolokgede |
Kegiatan warganya kebanyakan petani dan peternak sapi ,kambing dan domba, Kelompok Ustan Mandiri salah satunya kelompok yang tervaforit di desa tersebut yang telah berhasil memberikan percontohan masyarakat dalam melakukan kegiatan beternak secara terintergrasi dengan baik.
Pagi hari yang cerah di ladang HPT ( hijauan pakan ternak) nampak seorang peternak ustan mandiri yang lagi merumput dengan semangat untuk melakukan kegiatanya.
Untuk merawat 13 ekor sapi Tarno 45 th warga desa dolokgede Rt 04 Rw 01 tak pernah merasa lelah dan capek, secara logika itu tidak mungkinlah di lakukan seorang diri tapi Bapak anak 2 ini melakukan kegiatan hanya seorang diri.
Jadwal untuk melakukan kegiatan pak Tarno sebagai berikut :
jam 06 : 00 membersikan kandang
jam 07 : 00 merumput
jam 08 : 00 mencoper dan ngasih pakan dan mengontrol tempat minum
jam 16 : 00 merumput
Jam 17 : 00 mencoper dan ngasih pakan dan mengontrol tempat minum
untuk malam pak tarno hanya ngecek ngecek doang.
Itulah trik yang di berikan dan di terapkan di Ustan mandiri dolokgede.
Ketua kelompok ternak Muhamammad Ali yang alumni Australia awards 2017 telah menerapkan sedikit ilmu yang di dapat dari UNE Univesity of New England Australia untuk di aplikasikan di desanya.
Dirinya yang telah menerapkan teknik ilmu yang di dapat dari Australia untuk memberikan contoh kepada masyarakat petani ternak Bojonegoro untuk mencoba melakukan kegiatan ternak dengan sistem yang terintregritas hulu hingga hilir.
Dengan sistem di atas peternak mampu berternak 20 ekor sapi hanya di atasi cuman satu orang.
Teknik yang di lakukan oleh kelompok ustan mandiri pertama adalah mempersiapkan lahan HPTnya dulu, baru kandang dan selanjutnya ternak sapinya.
1 hektar Rumput Thaiwan/setia cukup untuk 15 ekor dan sudah bisa berputar dengan syarat pengairanya cukup di area tersebut.
Di Australia 1 ekor sapi di jatah 1 hektar dengan rumput lapangan, dengan rumput setia di indonesia 1 hektar mampu untuk pakan 15 ekor.
Dengat alat modern 1 orang mampu merawat sapi dengan sekala 300 ekor di Australia, di indonesia 1 org hanya bisa mampu merawat 20 ekor saja.
Ustan mandiri telah menerapkan sistem tersebut untuk di aplikasikan di bojonegoro, kunci kesuksesan peternak adalah di manajemen pakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar