Di bantu tentangga dan isri, Dasri lakukan penimbangan berat badan sapi yang selama ini di rawat dengan sepenuh hati, dan dengan bermodalkan semangat dan kasih sayang Dasri mampu membesarkan sapi lemosin ternaknya.
Sapi yang di juluki " Si Laher Beton " menjadi kebanggaan tersendiri bagi Koordinator penggemukan Ustan Mandiri ini yang berhasil menggemukan sapi lemosin yang masuk kreteria sapi exstrim, dengan berat badan 800,57 kg
dengan inovasi pakan yang sangat murah dan ekonomis.
Pakan rumput gajah, katul dan sedikit polar sebagai pakan
utama yang diberikan kepada " Si Leher Beton " miliknya. “ Pakan cukup rumput
gajah, katul dan sedikit polar yang aku berikan “ tuturnya, saat ditemuai tim
media ustanmandiri.com
Butuh waktu 10 bulan lamanya, Dasri untuk proses penggemukan sapi - sapi lemosin untuk dijadikan sapi exstrim dan siap di keluarkan dari kandang, dan menurut Koordinator bidang penggemukan Ustan Mandiri, secara perputaran ekonomi memangsedikit lambat tetapi teknis ini sangat hemat biaya dibanding feteening yang menggunakan pakan full kosentrat, selain hemat biaya kwalitas dagingpun sangat bagus.
Di Ustan Mandiri devisi penggemukan, anggota kelompok
rata – rata mampu merawat 3-6 ekor sapi per orang. Pakan hijauan sebagai pakan utama yang sangat melimpah dan menjadi potensi besar petani ternak di Ustan Mandiri bisa menekan biaya pakan
yang sangat ekonomis dan efesien, karena semua anggota sudah mempunyai hijauan pakan ternak sendiri. (ali ustan )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar